We, certified nutritionist, love to share about nutrition and healthy lifestyle for healthier you. Cause sharing is caring.


Leave a comment

Cara Makan Bisa tentukan Respon Kenaikan Gula Darahmu

foto

Pernahkah kamu berpikir bahwa cara kamu makan dapat berpengaruh terhadap respon tubuh dan nutrisi dari makanan tersebut?

Contoh yang paling umum didengar misalnya mengonsumsi buah dengan cara di jus terlebih dahulu dan buah utuh memiliki perbedaan dari segi nutrisi dan cara tubuh kita meresponnya.

Tapi tahukah kamu bahwa masih banyak lagi fakta nutrisi yang unik berkaitan dengan cara kamu makan. Keunikan yang akan kami bahas pada artikel ini adalah cara mengonsumsi nasi dengan menggunakan sumpit, sendok, dan tangan yang ternyata berdampak kepada profil nutrisi dan respon yang berbeda pula dari tubuh kita.

Sebuah studi dilakukan di Singapura, di mana secara demografi masyarakatnya dibedakan dari 3 etnis utama : Chinese, Melayu, dan Indian. Dari perbedaan etnis tersebut. Ketiganya memiliki kebiasaan makan yang berbeda pula, di mana etnis Chinese menggunakan sumpit, sedangkan etnis Melayu dan India lebih sering menggunakan tangan.

Dengan melakukan observasi terhadap metode makan dan pengukuran respon glikemik (kenaikan gula darah) sebanyak 7 kali, Hasilnya menunjukkan bahwa cara makan menggunakan sumpit berdampak kepada respon kenaikan gula darah yang lebih rendah di tubuh. Perlu diketahui bahwa semakin rendah respon kenaikan gula darah dari makanan maka akan semakin baik bagi tubuh, terutama bagi penderita diabetes.

Jadi walaupun sama-sama mengonsumsi nasi, ternyata respon kenaikan gula darah pada tubuh nya dapat berbeda tergantung dari cara makannya.

 

Sumber:  Journal of Physiology & Behavior 139 (2015) 505–510


2 Comments

Tak Selamanya, Beras itu Putih. Intip manfaat si Beras Merah!

Brown Rice

foto: corbisimage

Beras merah? Siapa yang tidak kenal jenis beras satu ini?

Untuk masyarakat Indonesia, mungkin image beras merah sering dikaitkan dengan orang-orang yang mau diet, atlete, orang-orang yang gym, dll. Tapi, tahukah Anda bahwa konsumsi beras merah itu memiliki manfaat yang jauh lebih besar dan bukan hanya “beras untuk orang diet dan gym”?

Continue reading


Leave a comment

Cek Gula Darah Ribet? Udah ‘Gak Zaman!

cek guldar

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, ditemukan bahwa 2 dari 3 orang penderita diabetes tidak tahu bahwa dirinya menderita diabetes. Kondisi “ketidak-tahuan” ini sangat memprihatinkan karena bisa saja menyebabkan mereka masih tetap menjalani gaya hidup yang tidak sehat, misalnya banyak konsumsi makanan bergula, berlemak, dll. Hal ini tentunya bisa memperparah kondisi diabetes yang mereka miliki. Mungkin juga teman-teman sudah tahu bahwa diabetes adalah biang dari segala penyakit, karena seseorang dengan diabetes yang tidak dijaga, akan meningkatkan resiko terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, kebutaan, dan penyakit komplikasi lainnya. Tentunya, selain membutuhkan biaya yang besar, juga membutuhkan bank emosi yang besar untuk menghadapinya.

Lalu, bagaimana cara untuk mengetahui status diabetes seseorang? Jawabannya mudah, yaitu CEK GULA DARAH SEDINI MUNGKIN!

Sekarang, penderita diabetes di Indonesia sudah semakin tinggi, Federasi Diabetes Internasional pada tahun 2014 menyatakan Indonesia sekarang menjadi Negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak ke5 di dunia. Selain jumlahnya semakin banyak, penderita diabetes juga makin lama makin ke usia muda. Oleh karena itu, penting sekali cek gula darah dilakukan sedini mungkin!

Bagaimana melakukan cek gula darah?

Continue reading


Leave a comment

Noodles’s Secret: Wax si Keriting, mitos atau fakta?

wax si keriting

Sumber gambar: jadiberita.com

Enak, gurih, cepat disajikan, keriting bentuknya. Siapa yang tak mengenalnya? ya dia lah si popular, Mie instan. Namun, seiring dengan kepopuleran si keriting ini, banyak isu kesehatan yang muncul, salah satunya kekhawatiran bahwa mie instan mengandung lapisan lilin. Lapisan lilin ini dipercaya dapat membuat mie instan bertahan lebih lama. Benarkah hal tersebut?

Mari kita telisik beberapa fakta ilmiahnya ya.

Pada beberapa studi, sama sekali tidak ditemukan penggunaan lilin dalam langkah-langkah pembuatan mie instan. Selain itu, tidak ada kaitan antara lilin dengan ketahanan mie lebih lama. Agar bertahan lebih lama, di dalam pembuatan mie instan digunakan metode penggorengan hingga kering (deep fried). Namun, justru dari proses penggorengan inilah yang membuat mie instan kaya akan lemak jenuh dan tidak baik untuk dikonsumsi secara berlebihan.

Selain itu ada alasan lain yang mendukung mie instan mengandung lilin adalah untuk menghindari mie instan dari keadaan lengket antara satu helai mie dengan yang lainnya ketika disajikan.

Tentunya alasan tersebut juga tidak memiliki landasan ilmiah. Mie instan mengandung minyak nabati yang tinggi (palm oil) baik pada saat digoreng, maupun pada bumbu mie instan tersebut. Palm oil menyebabkan mie instan tidak lengket ketika disajikan. Apabila lilin digunakan sebagai zat anti lengket tentunya tidak masuk akal, karena lilin tersebut akan mencair pada suhu ketika mie instan dipanaskan.

Jadi benarkah mie instan mengandung lilin? Sekali lagi, isu tersebut hanya mitos belaka. Lilin/wax tidak terkandung dalam si keriting ini ya.

 

Sumber :


Leave a comment

Noodles’s Secret: Parno makan mie? Tips “Noodles with no worry”

mie instan

Pernahkah kamu merasa lapar di malam hari, berusaha mengais-ngais harta karun di dapurmu untuk mengganjal si perut yang tiba-tiba keroncongan? Yap, kondisi ini kerap terjadi, malangnya mereka yang lapar di malam hari ditambah tidak memiliki skill memasak atau keterbatasan bahan makanan akan memilih yang instan. Syukur-syukur kalau ada uang bisa delivery order, kalau tidak ada? yang menjadi solusi adalah menyetok mie instan sebagai persediaan. Yap, selain enak, mie instan juga disajikan dan dimasak dengan cepat dan mudah. Tapi tahukah Anda bahwa kebanyakan mie instan dibuat dengan cara digoreng? Proses pembuatan mie instan dengan cara digoreng ini menyebabkan mie instant umumnya tinggi lemak jenuh. Konsumsi terlalu banyak lemak jenuh akan berhubungan dengan semakin tinggi kolesterol darah dan risiko penyakit kronis. Selain dari mie nya, bumbu mie instan juga tinggi natrium atau tinggi garam, bahkan satu bungkus mie instan bisa memakan setengah jatah batasan konsumsi natrium harian kamu. Rata-rata kandungan natrium dalam mie instan di pasaran adalah di atas 1000 milligram. (note: batasan konsumsi lemak 67 gram, batasan konsumsi natrium 2000 mg). Konsumsi natrium yang tinggi meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Kondisi ini yang membuat banyak orang “parno” untuk memakan mie instan. Namun, bagi penggemar mie instan tidak perlu khawatir ya! Karena ada tips untuk menyiasati mie instan agar lebih sehat. Apa sajakah itu? Simak yuk! Continue reading