We, certified nutritionist, love to share about nutrition and healthy lifestyle for healthier you. Cause sharing is caring.

Tidak boleh berolahraga ketika puasa? Masa sih! Ini fakta dan penjelasannya

Leave a comment

foto: shutterstock

                                                                         foto: shutterstock

Berpuasa, bisa saja menjadi momen yang membuat was-was para sport addict, gym mania, dan para pecinta olahraga lainnya.

Bagaimana tidak?

Misalnya bagi kamu yang mendambakan tubuh atletis,kamu mengalami dilema tersendiri, seperti harus tetap berolahraga selama berpuasa tapi kamu takut “olahraga” justru akan membatalkan puasa atau membuat tubuhmu sangat letih hingga mangalami kehilangan massa otot yang cukup berarti.

Jadi sebenarnya apa yang harus dilakukan? Apakah memang kita harus memaksakan tetap berolahraga saat berpuasa atau justru harus “puasa olahraga” selama periode 30 hari Ramadhan?

Dari segi nutrisi, untuk berolahraga saat berpuasa sebenarnya tidak ada larangannya. Kita tetap dianjurkan berolahraga sekalipun ketika berpuasa, namun harus ada 2 hal yang diperhatikan dengan baik mengingat kondisi tubuh kita yang sedang “tidak cukup bekal’ karena tidak makan dan minum selama kita berpuasa.

Apa yang harus diperhatikan? berikut penjelasannya

  1. Perhatikan kapan berolahraga

Ketika berpuasa kamu pasti ogah berolahraga di siang hari dan kamu tidak salah. Berolahraga di siang hari saat berpuasa bukanlah waktu yang tepat, hal ini disebabkan salah satunya karena otomatis kamu tidak akan bisa mengonsumsi cukup protein setelah berolahraga. Tanpa asupan protein yang cukup, justru malah pengikisan otot di tubuhmu yang akan terjadi1. Tak hanya itu, olahraga di siang hari dapat menyebabkan dehidrasi, dan tentunya saat puasa kamu tidak bisa merehidrasi tubuh (mengganti cairan tubuh).

Waktu terbaik untuk berolahraga adalah kira-kira satu jam sebelum waktu berbuka puasa. Bagi Anda yang ingin mengurangi lemak tubuh, kardio di waktu ini sangat dianjurkan, karena tubuh kamu sudah teradaptasi lebih baik untuk membakar lemak. Begitu pun kamu yang nge-gym, karena kamu bisa segera memulihkan tubuh dengan konsumsi protein dan karbohidrat yang cukup saat berbuka puasa.

  1. Bagaimana melakukannya?

Bila kamu telah rutin ke gym sebelum memasuki bulan puasa, kamu wajib meneruskannya selama bulan puasa. Hal ini penting untuk mencegah detraining, yang nantinya bisa membuat usaha kamu sebelum Ramadhan menjadi sia-sia.

Strategi mencegah detraining tanpa mengorbankan puasa sebenarnya sederhana: pertahankan frekuensi dan intensitas latihanmu, namun kurangi bebannya hingga 40%. Maksudnya adalah, jika kamu rutin ke gym lima kali seminggu, maka tetaplah pergi ke gym lima kali seminggu selama bulan puasa. Bila kamu berlatih lima gerakan dalam satu hari, maka tetap lakukan lima gerakan tersebut. Namun, kurangi beban yang kamu gunakan hingga 40% dari beban biasa untuk mencegah kelelahan yang berlebihan. Prinsip ini juga berlaku saat berolahraga kardio.

Jadi, apakah tidak boleh berolahraga saat berpuasa? Justru kita harus tetap berolahraga walaupun saat berpuasa ya nutrilovers, dan ingat 2 hal yang tadi kami bahas.

Selamat berpuasa

Sumber:

1 Br J Sports Med 46: 477–484, 2012

2 Asian J Sports Med 2(3): 127-133, 2011

3 Life Sciences 68: 1607–1615, 2001

4 Br J Sports Med 44: 495–501, 2010

Advertisements

Author: Blog Nutrisi

Kami adalah sekumpulan certified nutritionist, Dan kami ingin membagikan pengetahuan mengenai cara sederhana untuk hidup sehat. Karena kami memimpikan Indonesia yang lebih sehat. Dan kami percaya, berbagi adalah satu dari ribuan cara untuk peduli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s