We, certified nutritionist, love to share about nutrition and healthy lifestyle for healthier you. Cause sharing is caring.

Masak Masak Sehat “5 Fakta Nutrisi Minyak Kanola”

1 Comment

Mid- adult chef pours olive oil over side salad --- Image by © moodboard/Corbis

foto: corbisimages.com

Berbicara tentang masakan tak lepas tentunya dengan salah satu bahan yang wajib ada di dapur, yaitu minyak goreng. Terdapat pilihan minyak goreng dari A-Z yang berjejer di etalase perbelanjaan, namun belum banyak yang mengetahui detail perbedaan antara satu minyak dengan minyak lain terutama berkaitan dengan manfaat dan dampak kesehatan yang ditimbulkan.

Memilih minyak goreng yang tepat adalah salah satu upaya untuk menjadi smart picky eater dan membuat masakan yang kita konsumsi menjadi lebih sehat. Salah satu alternatif minyak goreng yang dapat kita jadikan pilihan adalah minyak kanola. Berikut ini, 5 fakta nutrisi tentang minyak kanola yang belum diketahui orang banyak:

  1. Apa itu minyak kanola? Minyak canola adalah salah satu jenis dari plant oil (minyak tumbuhan) yang dibuat dari biji bunga kanola. Menurut FDA (US Food and Drug Administration) , minyak kanola dapat menjadi alternatif minyak sehat untuk menjaga kesehatan jantung.
  1. Minyak kanola merupakan minyak dengan kadar lemak jenuh (lemak jahat) terendah dibanding jenis minyak lainnya, bahkan lebih rendah dibanding minyak zaitun (olive oil). Dalam 100 gram minyak zaitun (olive oil) mengandung lemak jenuh sebanyak 13.8 gram sedangkan dalam 100 g minyak kanola hanya mengandung lemak jenuh sebanyak 7.4 gram (USDA 2013).
  1. Minyak kanola memiliki kandungan asam lemak omega 3 (ALA) paling tinggi dibandingkan minyak lainnya. Menurut sebuah studi dalam American Journal of Diet, konsumsi ALA dapat memberikan manfaat bagi jantung. Setiap penambahan 1 gram konsumsi ALA berhubungan dengan penurunan risiko serangan jantung sebesar 58% serangan jantung dan penurunan 47% risiko penyakit jantung koroner.
  1. Minyak kanola sebagai sumber vitamin E. Menurut data USDA, minyak canola memiliki kandungan vitamin E paling besar dibandingkan olive dan corn. Per 100 gram, kandungan vitamin E minyak kanola adalah 17,46 mg, sementara pada olive oil sebesar 14,35 mg, dan pada corn oil sebesar 14,30 mg. Salah satu fungsi vitamin E adalah sebagai antioksidan.
  2. Minyak kanola memiliki karakteristik yang baik untuk digunakan sebagai salad dressing, seperti minyak kedelai. Minyak kanola juga dapat digunakan untuk menggoreng sama halnya seperti minyak jagung, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari. Dalam menggoreng, disarankan untuk menggoreng secara stir fried (menumis) dibanding deep fried supaya masakan tetap sehat.

Sumber:

  1. S. Department of Agriculture, Agricultural Research Service. 2013. USDA National Nutrient Database for Standard Reference, Release 26. Nutrient Data Laboratory Home Page, http://www.ars.usda.gov/ba/bhnrc/ndl
  2. Dietary modeling shows that the substitution of canola oil for fats commonly used in the united states would increase compliance with dietary recommendations for fatty acids. J Am Diet Assoc 107:1726-1734, 2007.
  3. Canola oil. Nutrition Bulletin 16 (3): 138-146, 1991.
Advertisements

Author: Blog Nutrisi

Kami adalah sekumpulan certified nutritionist, Dan kami ingin membagikan pengetahuan mengenai cara sederhana untuk hidup sehat. Karena kami memimpikan Indonesia yang lebih sehat. Dan kami percaya, berbagi adalah satu dari ribuan cara untuk peduli.

One thought on “Masak Masak Sehat “5 Fakta Nutrisi Minyak Kanola”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s