We, certified nutritionist, love to share about nutrition and healthy lifestyle for healthier you. Cause sharing is caring.

Asian and European Paradox

Leave a comment

Ras merupakan kategori sosial yang dikelompokkan berdasarkan status budaya, ideologi, ekonomi, politik, dan sistem hukum. tapi, tahukah kalian bahwa selain penampakan fiisknya yang berbeda seseorang dengan ras berbeda dapat memiliki risiko kesehatan yang beda juga loh (Andersen, Mc.Neilly, Myers, 1991).1

Contohnya, Ras Asia dan Eropa adalah dua etnis yang pernah dikaji dalam sebuah studi. Dalam kasus ini, bisa dikatakan hasilnya adalah kabar buruk bagi para ras Asia. Perbedaan tersebut ada pada persentase lemak tubuh /Percentage Body fat (PBF) . Bagaimana lebih jelasnya? yuk mari simak

Konon ada dua orang berkebangsaan Inggris dan India yang bernama John S Yudkin dan Chittaranjan S Yajnik. Kedua pria tersebut memiliki umur dan Body Mass Index (BMI) yang sama. Namun, ternyata diketahui bahwa pria-pria tersebut memiliki Percentage Body Fat (PBF) yang berbeda. Chittaranjan S Yajnik yang berkebangsaan India memiliki PBF yang lebih tinggi dibanding John S Yudkin yang berkebangsaan Inggris.

Fakta ini menimbulkan pernyataan bahwa ras Asia memiliki lemak yang lebih banyak dibanding orang Eropa pada indeks massa tubuh yang sama, meskipun pada kenyataannya postur ras Eropa lah yang lebih besar dari pada postur orang Asia.

Di lain pihak, selain PBF, ternyata ada penelitian lainnya yang mendukung bahwa ada perbedaan lainnya yang perlu untuk menjadi perhatian bagi kaum Asia. Menurut penelitian, pada nilai Body Mass Index (BMI) 23-25 kg/m2, orang Asia memiliki faktor risiko yang meningkat pada penyakit diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Dan pada nilai BMI 25-31 kg/m2, orang Asia memiliki faktor resiko tinggi pada penyakit diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.2

Y Y paradox

Berdasarkan data dari penelitian tersebut, maka cut off point BMI orang Asia dibuat lebih rendah batasannya dibanding dengan orang Eropa atau ras Kaukasia. Hal ini karena dengan komposisi tubuh yang sama orang Asia memiliki persen lemak tubuh lebih banyak. Tidak heran apabila dengan BMI 23 kg/m2, orang Indonesia sudah dikategorikan overweight namun orang Eropa atau Kaukasia masih dikategorikan normal.

Seperti itulah fakta kesehatan yang berbeda antara ras Asia dan ras Eropa. Jadi, alangkah lebih baik jika kita sebagai orang dengan ras Asia lebih semangat menjaga pola hidup kita dengan melakukan aktivitias fisik selama 30 menit dalam sehari dan nutrisi yang sehat dan seimbang agar terhindar dari faktor resiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

intinya, dibanding bule-bule itu, kita harus lebih getol mengikis kelebihan lemak di tubuh ya… Teruskan semangat sehatmu ya!

References:

  1. Williams, D.R ; Yu, Yan ; Jackson, J.S ; Anderson, N. B. 1997. Racial Differences in Physical and Mental Health ‘Socio-economic Status, Stress and Discrimination’. Journal of health Psychology : 1359–1053 Vol 2 (3) 335–351 à http://deepblue.lib.umich.edu/bitstream/handle/2027.42/67159/10.1177_135910539700200305.pdf?sequence=2
  2. WHO Expert Consultation. 2004. Appropriate Body Mass Index for Asian Populations and Its Implications for Policy and Intervention Strategies. The Lancet vol 363 : 157-163.
Advertisements

Author: Blog Nutrisi

Kami adalah sekumpulan certified nutritionist, Dan kami ingin membagikan pengetahuan mengenai cara sederhana untuk hidup sehat. Karena kami memimpikan Indonesia yang lebih sehat. Dan kami percaya, berbagi adalah satu dari ribuan cara untuk peduli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s