We, certified nutritionist, love to share about nutrition and healthy lifestyle for healthier you. Cause sharing is caring.

Perlukah Diet Bebas-Gluten?

Leave a comment

foto: shutterstock

foto: shutterstock

Apakah kamu pemerhati gaya hidup sehat? Bila ya, kamu pasti kenal dengan diet bebas gluten (gluten-free diet). Beberapa artis dan “ahli kesehatan” diketahui meng-endorse pola makan yang satu ini. Nah, kalau kamu tergoda untuk mengikuti diet baru ini, belum afdol kalau kamu belum baca blog post kami hari ini. Cekidot!

Benarkah diet bebas gluten bisa menurunkan berat badan?

Bila kamu menyamakan “diet bebas gluten” dengan diet-diet lainnya (seperti diet rendah lemak, misalnya), kamu salah. Seperti dikutip dari pernyataan Academy of Nutrition and Dietetics dari USA,  “Tidak ada yang spesial dari diet bebas gluten untuk membantu seseorang menurunkan berat badan”. Selain itu, belum dilakukan uji klinis yang mengkaji pengaruh diet bebas gluten terhadap berat badan bagi orang yang sebenarnya tidak membutuhkan diet jenis ini1.

Lalu, siapa sebenarnya yang membutuhkan diet bebas gluten?

Diet bebas gluten sebenarnya diformulasikan untuk penderita celiac disease. Gluten adalah protein yang umum di gandum dan kerabat dekatnya (barley/jali, dan rye/gandum hitam). Gluten juga terdapat pada produk olahan gandum (atau tepung gandum) seperti roti, kue, bir, permen, atau biskuit2. Sepert namanya, diet bebas gluten berarti menghindari produk yang mengandung gluten dari asupan makanan sehari-hari.

Mengapa gluten harus dihindari oleh penderita celiac disease? Protein ini menyebabkan reaksi autoimun, sehingga sel-sel usus halus mereka rusak dan penyerapan vitamin dan mineral, terutama zat besi dan vitamin B12, jadi terganggu. Selain itu, mereka yang menderita celiac disease cenderung menunjukkan gejala seperti diare, kembung, dan mual setelah memakan produk yang mengandung gluten3.

Celiac disease merupakan ancaman di Amerika Serikat; diduga 1 dari 100 orang diduga menderita celiac disease. Bagaimana dengan Indonesia? Berdasarkan hasil penelitian dari The Queen Elizabeth Hospital dari Adelaide, Australia,  kasus celiac disease di negara kita tidak terdokumentasi, namun diprediksi sangat langka. Selain karena gandum bukanlah makanan pokok di Indonesia (dan untungnya nasi tidak mengandung gluten), pola genetik yang memungkinkan celiac disease teramati hanya di 5 persen populasi Indonesia4. Dan, faktor genetik tidak sepenuhnya bertanggung jawab akan munculnya celiac disease; dalam kasus ini, pola genetik tersebut menyumbang 30-50% kemungkinan terkena celiac disease.

Lalu, bagaimana cara memastikan bahwa kita terkena celiac disease atau tidak? Hanya tes kesehatan yang bisa menjawabnya, tentunya setelah kamu mengalami berbagai gejala di atas. Pastikan kamu berkonsultasi dengan dokter dan melakukan tes terlebih dahulu sebelum memutuskan diet bebas gluten atau tidak. Pasalnya, melakukan diet sebelum tes bisa mengakibatkan hasil yang keliru (false negative), yang tentu saja dapat merugikan kesehatanmu5.

Jadi kesimpulannya?

Hemat kami, bila kamu mengalami gejala seperti yang kami sebutkan, atau keluhan kesehatan lainnya, dan ingin mencoba diet bebas gluten, silakan. Namun, hingga kini diet gluten belum diketahui dapat menurunkan berat badan (bila itu tujuanmu mengadopsi diet ini), apalagi jika tidak dibarengi dengan pembatasan kalori dan/atau peningkatan olahraga.

Selain itu, diet bebas gluten tidak serta-merta lebih sehat bila yang kamu lakukan sebatas mencari produk berlabel bebas gluten di pasaran. Kombinasikan pola makanmu, bebas-gluten atau tidak, dengan buah dan sayur minimal lima porsi sehari, serta batasi asupan gula, garam, dan lemak jenuh untuk menjaga kesehatanmu tetap prima.

Ref:

1 http://celiacdisease.about.com/od/sideeffectsofthediet/a/Gluten-Free-Weight-Loss.htm

2 http://www.mayoclinic.org/healthy-living/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/gluten-free-diet/art-20048530

3 http://www.webmd.com/digestive-disorders/celiac-disease/features/gluten-intolerance-against-grain

4 Celiac disease: Prevalence, diagnosis, pathogenesis and treatment. World J Gastroenterol 18(42): 6036-6059, 2012

5 http://www.webmd.com/digestive-disorders/celiac-disease/features/gluten-intolerance-against-grain

Advertisements

Author: Blog Nutrisi

Kami adalah sekumpulan certified nutritionist, Dan kami ingin membagikan pengetahuan mengenai cara sederhana untuk hidup sehat. Karena kami memimpikan Indonesia yang lebih sehat. Dan kami percaya, berbagi adalah satu dari ribuan cara untuk peduli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s