We, certified nutritionist, love to share about nutrition and healthy lifestyle for healthier you. Cause sharing is caring.

Mitos Fakta Ikan Laut

Leave a comment

foto: shutterstock

foto: shutterstock

Semua pasti setuju, ikan laut adalah sumber pangan yang mendukung kesehatan. Namun, ikan laut seperti apa nih yang sehat? Kami kupas mitos dan fakta seputar ikan laut, hanya untuk kamu.

Ikan laut mengandung merkuri yang berbahaya bagi janin

Setiap ibu pasti ingin yang terbaik untuk janin, dan ikan laut adalah satu dari beragam sumber makanan dengan zat gizi yang dibutuhkan untuk perkembangan. Namun, hati-hatilah saat memutuskan untuk sering-sering makan ikan laut untuk otak anak cerdas, karena ditengarai ikan laut dalam, seperti tuna, tongkol, dan ikan pedang (swordfish), mengandung kadar merkuri yang cukup tinggi1.

Lalu, apa bahaya asupan merkuri yang berlebihan? Merkuri adalah logam berat yang dapat menumpuk dalam tubuh2. Lebih parah lagi, merkuri bisa mengganggu perkembangan otak janin, dan mengakibatkan gangguan kecerdasan. Berdasarkan studi, konsumsi ikan yang tinggi bisa meningkatkan kecerdasan otak, namun kadar merkuri yang tinggi (dari sampel rambut ibu) berhubungan dengan kecerdasan anak yang lebih rendah3.

Untunglah ibu hamil tidak perlu menghindari seafood sama sekali. Bagaimanapun, asam lemak omega-3 dalam ikan laut adalah salah satu kunci perkembangan otak yang optimal pada anak4. Berikut adalah beberapa saran untuk bumil dalam memilih ikan laut:

  • Pilihlah ikan dengan kadar merkuri yang rendah. Ikan salmon bisa menjadi pilihan, namun tentu saja harganya tidak murah. Ikan laut yang juga “aman” misalnya sarden (sardines), kakap (snapper), kuwe (trevally), dan ikan kembung (mackerel)5. Oh ya, ikan sarden dan kembung juga lebih kaya omega-3, lho!
  • Pilihlah ikan yang berukuran kecil. Semakin besar ikannya, semakin besar pula potensi merkuri yang dikandungnya6.
  • Batasi konsumsi ikan menjadi hanya dua kali perminggu, dan makanlah beragam jenis ikan (tidak hanya cakalang, misalnya)2.

Ikan laut di pasaran mengandung formalin

Formalin (formaldehyde) bukanlah zat yang aman dimakan maupun lazim ditemukan dalam makanan. Namun, isu formalin digunakan sebagai pengawet pada makanan sudah marak sejak lama hingga kini. Baru-baru ini, ditemukan bahwa sekitar 5 persen dari ikan yang dijual di Jakarta Utara mengandung formalin, seperti dilansir Tempo.com (11/12)7.

Memang tidak semua ikan terdeteksi diawetkan dengan formalin, namun hal itu tetap saja meresahkan. Pasalnya, formalin diduga dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti leukemia8 dan gagal janin9.

Lagi-lagi, menghindari ikan laut bukanlah solusi yang cerdas. Kamu perlu tahu seperti apa karakteristik ikan yang diberi formalin, misalnya10:

  • Warna insang merah tua dan warna daging ikan putih bersih,
  • Bau ikan menyengat namun tak dihinggapi lalat,
  • Daging tetap kenyal walau tidak diawetkan dengan es batu, dan
  • Berumur lebih dari 3 hari.

Yup, perlu trik tersendiri untuk memilih ikan segar yang layak dikonsumsi dan menyehatkan. Semoga blog post ini tidak membuat kamu takut makan ikan segar, ya. Jangan lupa nantikan blog post kami minggu depan!

Ref:

  1. Mercury in Commercial Fish: Optimizing Individual Choices to Reduce Risk. Environ Health Perspect.  113(3): 266–271, 2005.
  2. http://www.webmd.com/women/features/pregnancy-fish-risk?page=2 [11 April 2014]
  3. Maternal Fish Consumption, Hair Mercury, and Infant Cognition in a U.S. Cohort. Environ Health Perspect. 113(10): 1376–1380, 2005.
  4. Dietary omega 3 fatty acids and the developing brain. Brain Res.1237:35-43, 2008.
  5. http://www.foodauthority.nsw.gov.au/consumers/life-events-and-food/pregnancy/fish-and-mercury-faqs/#.U0dQcvmSzcA [11 April 2014]
  6. Mercury content in commercial pelagic fish and its risk assessment in the Western Indian Ocean. Science of The Total Environment 366(2-3): 688-700, 2006
  7. http://www.tempo.co/read/news/2013/12/11/214536371/Waspada-Ikan-Berformalin-di-Jakarta-Utara [11 April 2014]
  8. Formaldehyde exposure and leukemia: A new meta-analysis and potential mechanisms. Mutation Research 681: 150–168, 2009.
  9. Reproductive and developmental toxicity of formaldehyde: A systematic review. Mutation Research 728: 113-138, 2011
  10. http://dkp.acehprov.go.id/2013/06/kiat-memilih-membeli-ikan-bebas-formalin.htm [11 April 2014]
Advertisements

Author: Blog Nutrisi

Kami adalah sekumpulan certified nutritionist, Dan kami ingin membagikan pengetahuan mengenai cara sederhana untuk hidup sehat. Karena kami memimpikan Indonesia yang lebih sehat. Dan kami percaya, berbagi adalah satu dari ribuan cara untuk peduli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s