We, certified nutritionist, love to share about nutrition and healthy lifestyle for healthier you. Cause sharing is caring.

Mitos Fakta Seputar Olahraga

Leave a comment

foto: shutterstock

foto: shutterstock

 

 

 

 

 

 

 

 

Benarkah olahraga terlalu keras bisa membuatmu terkena serangan jantung? Apakah sering berlari bisa merusak lutut? Bila mitos-mitos di atas membuatmu takut berolahraga rutin, kamu wajib cek postingan kami minggu ini.

Olahraga terlalu keras mengakibatkan serangan jantung

Masih ingat kasus kematian Adjie Massaid setelah bermain futsal? Banyak orang yang menyalahkan “olahraga terlalu keras” sebagai penyebab serangan jantung yang menimpa Adjie Massaid. Sebenarnya, olahraga yang terlalu keras bisa memicu serangan pada jantung yang memang kurang sehat atau pernah mengalami serangan jantung, ditandai dengan detak jantung tidak teratur (Ventricular arrhythmia)1. Namun, penelitian oleh Oregon Health and Science University di Amerika Serikat menemukan, serangan jantung setelah berolahraga keras hanya menyerang lima persen dari total kasus serangan jantung; mayoritas kasus serangan jantung justru dialami ketika tidur1.

Bila kamu tetap ngeri dengan potensi serangan jantung, saran kami adalah mulailah dari hal-hal yang ringan. Daripada langsung ikut maraton atau kelas RPM padahal kamu terakhir berolahraga waktu SMA, lebih baik mulai dengan jogging ringan setengah jam keliling komplek perumahan. Selain lebih aman, olahraga ringan yang tidak melelahkan justru membuat kamu lebih bugar dan termotivasi untuk berolahraga lebih banyak2.

Berlari bisa merusak lutut

Mitos yang satu ini juga sering terdengar, terutama di kalangan pelari. Menurut mereka yang percaya, berlari menggerus tulang rawan di sekitar lutut sehingga aus dan menyebabkan nyeri. Namun, penelitian terhadap para pelari di California menemukan, orang-orang yang rutin berlari memiliki risiko lebih kecil terkena nyeri pada lutut dibandingkan para pejalan cepat3. Lebih lanjut, sering berlari justru menurunkan risiko terkena nyeri lutut, karena para pelari cenderung memiliki berat badan yang lebih rendah (dibandingkan pejalan cepat)3. Berat badan berlebih memang menyebabkan tekanan pada lutut, dan berkontribusi pada nyeri lutut di kemudian hari.

Minum air dingin setelah olahraga menyebabkan kematian

Memang tidak ada yang lebih menyegarkan ketimbang segelas air dingin seusai berolahraga dan berkeringat. Namun, bagi orang-orang yang percaya, dinginnya air bisa menyebabkan serangan jantung ketika diminum saat tubuh sedang panas. Benarkah? Sampai saat ini, belum ditemukan studi kasus maupun kajian ilmiah yang membuktikan air dingin bisa mematikan.

Namun, minum air yang terlalu dingin bisa membuatmu terkena dehidrasi. Pasalnya, menurut penelitian di jurnal Physiology and Behavior, konsumsi air yang terlalu dingin (5oC) menghilangkan rasa haus lebih cepat, bahkan ketika tubuh membutuhkan air lebih banyak4. Padahal, cairan tubuh yang hilang akibat olahraga harus segera diganti untuk mencegah hilangnya konsentrasi, kantuk, dan terganggunya fungsi tubuh. Kalau kamu sangat suka air dingin, air bersuhu 15oC masih oke dikonsumsi.

Semoga, setelah baca postingan kali ini, kamu nggak takut lagi berolahraga, ya. Percayalah, olahraga lebih banyak manfaatnya daripada kerugiannya. Setuju?

Advertisements

Author: Blog Nutrisi

Kami adalah sekumpulan certified nutritionist, Dan kami ingin membagikan pengetahuan mengenai cara sederhana untuk hidup sehat. Karena kami memimpikan Indonesia yang lebih sehat. Dan kami percaya, berbagi adalah satu dari ribuan cara untuk peduli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s