We, certified nutritionist, love to share about nutrition and healthy lifestyle for healthier you. Cause sharing is caring.

Kegemukan: Penyakit Abad 21?

Leave a comment

foto: corbisimages

foto: corbisimages

Membaca judul di atas mungkin membuat sebagian dari kamu mengerutkan kening. Bukankah penyakit itu disebabkan oleh kuman, misalnya diare atau flu? Masa sih, gara-gara berat badan berlebih saja, sesorang langsung didagnosis terkena “Penyakit Obesitas”?

Percaya atau tidak, obesitas memang sudah dicanangkan sebagai “penyakit.” Seperti dilansir situs NYTimes taanggal 28 Juni 2013, American Medical Association (AMA), yakni asosiasi dokter seluruh Amerika Serikat, telah mencanangkan obesitas sebagai penyakit (disease). Pasalnya, satu dari tiga orang di Amerika Serikat menderita obesitas. “Menetapkan obesitas sebagai penyakit diharapkan dapat membantu tenaga medis menangani masalah kompleks terkait obesitas, juga komplikasinya seperti serangan jantung dan diabetes,” jelas salah seorang anggota Asosiasi.

Obesitas memang menjadi masalah kesehatan yang wajib mendapat perhatian publik. Di Indonesia, sekitar 1 dari 10 orang berusia di atas 18 tahun menderita obesitas, menurut Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2010. Gawatnya lagi, menurut New England Journal of Medicine tahun 2007, obesitas bisa mewabah, lho! Bila temanmu kegemukan, kesempatan kamu untuk ikut-ikutan kegemukan  meningkat hingga 57%. Memiliki teman yang kegemukan membuat kamu berpikir, “nggak masalah punya badan kegemukan,” sehingga kemungkinan kamu menggemuk pun naik.

Padahal, tubuh obesitas itu tidak sehat, lho. Parahnya lagi, orang-orang yang kegemukan lebih rentan terkena tekanan darah tinggi, diabetes, serangan jantung, dan penyakit metabolik lainnya.

Bagaimana cara “menangani” obesitas? Tentunya dengan menurunkan berat badan hingga mencapai berai ideal (IMT di antara 18,5-22,9). Banyak orang obesitas yang kemudian patah semangat karena merasa terlalu gemuk. Padahal, penurunan berat badan 5-10% saja dari berat badan obesitas dapat menurunkan tekanan darah, profil kolesterol, dan risiko diabetes. Kenal seseorang dengan kasus serupa? Yuk dukung dia untuk menurunkan berat badannya, melalui kombinasi pola makan sehat dan olahraga rutin.

Sebagai awal, coba cek apakah kamu termasuk obesitas atau tidak, dengan menghitung BMI kamu. Caranya, bagi saja berat badan kamu (dalam Kg) dengan tinggi badan dikuadratkan (dalam meter).

Bila hasilnya 25 atau lebih, berarti kamu termasuk obesitas. Untuk kamu yang berada di rentang 23-24,9; kamu “hampir saja” menjadi obesitas. Adopsilah pola hidup sehat untuk menurunkan berat badanmu hingga ideal.

Jadi, bagaimana menurutmu? Apakah obesitas perlu dicanangkan sebagai penyakit atau tidak?

Advertisements

Author: Blog Nutrisi

Kami adalah sekumpulan certified nutritionist, Dan kami ingin membagikan pengetahuan mengenai cara sederhana untuk hidup sehat. Karena kami memimpikan Indonesia yang lebih sehat. Dan kami percaya, berbagi adalah satu dari ribuan cara untuk peduli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s