We, certified nutritionist, love to share about nutrition and healthy lifestyle for healthier you. Cause sharing is caring.

Ketika Botol Minum Sebabkan Kegemukan

Leave a comment

Sippy cups have contributed to a surprising number of accidents.

Picture from Getty Images

Punya adik yang masih menggunakan susu botol? Atau sering membawa tumbler  ke mana-mana? Berarti kamu wajib baca postingan blog nutrisi kali ini. Penelitian terbaru menemukan, senyawa kimia dalam botol minum bisa menyebabkan kegemukan pada anak-anak.

BPA (Bisphenol A) adalah senyawa aditif (tambahan) yang umum ditemukan pada kemasan makanan. Senyawa ini adalah komponen penyusun polycarbonate plastic yang umum digunakan sebagai bahan botol minuman, terutama botol dengan logo recycle nomor 3 dan 7. Selain itu, BPA juga umum digunakan sebagai pelapis bagian dalam kaleng aluminium untuk minuman/makanan. Baru-baru ini, ditemukan hubungan antara kadar BPA yang tinggi dalam urin dengan risiko obesitas, terutama untuk anak perempuan usia 9-12 tahun.

Penelitian yang dilakukan terhadap 1326 anak perempuan di Shanghai, China, menemukan, kadar BPA lebih tinggi daripada normal (2 mikrogram perliter) berhubungan dengan risiko obesitas dua kali lebih tinggi. Penemuan ini seolah menjadi konfirmasi studi serupa yang dilakukan di Amerika Serikat tahun 2012 lalu. Dalam studi tersebut, anak-anak dengan kadar BPA yang tinggi memiliki risiko 2,6 kali lebih tinggi terkena obesitas daripada anak-anak dengan kadar BPA rendah.

Walaupun belum diketahui mengapa BPA dapat menyebabkan kegemukan, namun bukti-bukti limiahnya sudah bermunculan satu demi satu. Karena itu, yuk cegah pengaruh buruk BPA dengan melakukan tiga langkah sederhana di bawah ini:

  1. Pilihlah botol minum, dot bayi, atau produk sejenis yang BPA free.
  2. Kurangi konsumsi minuman kemasan dalam kaleng. Selain ancaman BPA-nya, minuman kaleng seringkali tinggi kalori dan kandungan gula sehingga tetap menggemukkan.
  3. Perbanyak makan kedelai serta olahannya. Di riset yang dilakukan pada mencit, konsumsi kedelai menghambat efek buruk BPA, kemungkinan disebabkan oleh kandungan isoflavon-nya.

Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Di samping menghindari BPA, barengi juga dengan menghindari makan makanan berlemak terlalu sering serta rajin-rajin berolahraga agar tidak kegemukan di kemudian hari.

Advertisements

Author: Blog Nutrisi

Kami adalah sekumpulan certified nutritionist, Dan kami ingin membagikan pengetahuan mengenai cara sederhana untuk hidup sehat. Karena kami memimpikan Indonesia yang lebih sehat. Dan kami percaya, berbagi adalah satu dari ribuan cara untuk peduli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s