We, certified nutritionist, love to share about nutrition and healthy lifestyle for healthier you. Cause sharing is caring.

Fridge Smart Tips ala Blog Nutrisi

Leave a comment

foto: corbisimages

foto: corbisimages

Belanja bulanan untuk bahan makanan memang praktis. Namun, cara penyimpanan yang salah bisa mengubah penghematan menjadi pemborosan. Apalagi bila makanan tersebut dihinggapi kontaminan, bisa-bisa satu keluarga sakit karenanya. Karena itu, yuk simak tips simpan yang diformulasi oleh Badan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

1. Terapkan aturan dua jam. Maksudnya, jangan menyimpan bahan makanan yang harus disimpan dalam suhu dingin (misalkan daging, ikan, atau yogurt) lebih dari dua jam di suhu ruang.

2. Hindari menyimpan telur di pintu lemari es (walaupun memang lebih praktis), karena suhu di pintu lemari es biasanya lebih hangat daripada di pojokan rak. Lebih baik simpan dalam wadah khusus dan simpan di rak lemari es.

3. Tempatkan makanan dalam wadah tertutup. Apakah itu sayur-mayur bahan sup untuk besok atau sisa pizza tadi malam, simpanlah makanan dalam wadah tertutup (kotak makan, misalnya) atau ditutupi plastic wrap.

4. Cek kulkas secara berkala. Lap bersih kulkas dari cairan-cairan yang menggenang untuk mencegah kontaminasi antarmakanan (cross contamination). Pastikan suhu kulkas selalu di bawah 4oC dan suhu freezer di bawah -18oC untuk menghambat pertumbuhan kuman penyakit seperti Salmonella dan Listeria.

5. Patuhi label Refrigerate after opening (simpan di lemari es setelah dibuka) pada beberapa jenis makanan kemasan untuk memperpanjang umur simpannya. Bila tidak yakin (atau bahkan tanggal kadaluarsanya sudah lewat), lebih baik buang saja.

 

Mengapa peduli?

Banyak orang yang percaya, asal sudah masuk kulkas, makanan pun tersimpan aman. Padahal, fungsi kulkas hanyalah memperpanjang umur simpan makanan dengan cara menekan pertumbuhan bakteri dan kuman lainnya di dalam makanan tersebut. Tetapi, kulkas tidak ada gunanya bila bersuhu lebih dari 4oC, karena mendukung pertumbuhan kuman penyakit. Selain itu, karena bakteri suka dengan suhu yang hangat, bila aturan dua jam dilanggar, jumlah kuman penyakit dalam bahan makanan tersebut akan semakin banyak bahkan sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Karena itu, umur simpannya juga semakin pendek.

Tak hanya lingkungan kotor yang membawa kuman penyakit, bahan makanan pun bisa saling menulari, lho. Bakteri penyebab sakit perut dari potongan daging yang kurang bersih, misalnya, bisa terbawa ke apel dan jeruk yang terletak bersisian; hal ini umum dikenal sebagai kontaminasi silang (cross contamination). Karena itu, menyimpan masing-masing makanan dalam wadah tertutup penting untuk mencegah kontaminasi silang antarmakanan.

Mencegah lebih baik dari mengobati. Mulai dari lemari es untuk makanan yang lebih sehat. Setuju?

 

Advertisements

Author: Blog Nutrisi

Kami adalah sekumpulan certified nutritionist, Dan kami ingin membagikan pengetahuan mengenai cara sederhana untuk hidup sehat. Karena kami memimpikan Indonesia yang lebih sehat. Dan kami percaya, berbagi adalah satu dari ribuan cara untuk peduli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s