We, certified nutritionist, love to share about nutrition and healthy lifestyle for healthier you. Cause sharing is caring.

Hidup Jenuh karena Lemak Jenuh?

Leave a comment

foto: shutterstock

foto: shutterstock

Banyak orang sulit menghindari makanan bersantan serta gorengan. Selain karena rasanya yang lezat, banyak yang tidak paham mengapa mereka lebih baik menghindarinya. Apakah kamu salah satunya? Berarti kamu wajin baca artikel kami hari ini.

Apa itu Lemak Jenuh?

Lemak jenuh (saturated fat) adalah lemak yang dibilang “jahat” secara nutrisi. Lemak jenuh yang murni mudah dikenali, yakni berbentuk padat di suhu ruang. Mentega/butter adalah contoh lemak jenuh, demikian pula “gajih” atau lemak berwarna putih di pinggiran daging.

Mengapa harus hindari lemak jenuh?

Sudah banyak riset yang menunjukkan bahwa konsumsi lemak jenuh yang tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Hal ini bisa berbahaya, karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit metabolik, seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Departemen Kesehatan RI menganjurkan, sekurang-kurangnya konsumsi lemak jenuh perhari jangan melebihi 18 gram saja.

Makanan apa yang tinggi lemak jenuh?

Tentunya susah mengira-ngira kandungan lemak dalam makanan, bukan? Karena itu, kami melengka

pi artikel ini dengan daftar makanan—di sekitar kita—yang mengandung lemak jenuh. Here goes!

Makanan Satuan Lemak jenuh (g) %AKG (18 g)
Santan Sendok makan 3,2 17,7%
Mentega (butter) Sendok makan 7,3 40,5%
Dada ayam goreng tepung Potong 2,4 13%
French fries, Large saji 3,2 17,7%
Mayones Sendok makan 0,7 3,8%
Thousand Island Sendok makan 0,8 4,4%
Tahu goreng Potong (13 g) 0,4 2,2%
Mie telur masak cup 0,6 3,3%
Mie Instan Saji (75 g) 6 33%
Keju Cheddar Saji (30 g) 4 22%
Minyak kelapa sawit Sendok makan 6,7 37%

(Data diambil dari USDA National Food Database)

Benarkah margarin lebih baik dari mentega?

Belum tentu. Margarin diiklankan lebih baik dari mentega karena tidak mengandung kolesterol. Namun ternyata, kandungan lemak jenuh pada margarin dan mentega tidak berbeda jauh kok. Tak hanya itu, margarin mengandung trans fat yang bisa menaikkan kadar kolesterol darah lebih tinggi dibandingkan lemak jenuh1.

Tak hanya margarin yang kaya trans fat; makanan-makanan siap saji juga mengandung trans fat lho. Coba teliti komposisi makanan pilihanmu. Bila tercantum partially hydrogenated oil di dalamnya, itu artinya dia mengandung trans fat1. Jadi, pilih makananmu dengan bijak ya!

Advertisements

Author: Blog Nutrisi

Kami adalah sekumpulan certified nutritionist, Dan kami ingin membagikan pengetahuan mengenai cara sederhana untuk hidup sehat. Karena kami memimpikan Indonesia yang lebih sehat. Dan kami percaya, berbagi adalah satu dari ribuan cara untuk peduli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s