We, certified nutritionist, love to share about nutrition and healthy lifestyle for healthier you. Cause sharing is caring.

Cholesterol 102

Leave a comment

foto: bestrealhealth.com

foto: bestrealhealth.com

Masih soal kolesterol. Kali ini kita mau bahas klaim “nol kolesterol” pada makanan.

Kisah Kolesterol

Kolesterol adalah senyawa yang memiliki banyak fungsi dalam tubuh: sebagai komponen sel sekaligus bahan baku Vitamin D serta berbagai hormon yang penting untuk fungsi tubuh (seperti testosterone, cortisol, dan adrenalin). Walaupun banyak gunanya, tubuh manusia tidak membutuhkan asupan kolesterol dari makanan. Hal ini karena tubuh telah memproduksi cukup kolesterol untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari; hati manusia memproduksi sekitar 800 mg kolesterol setiap harinya.

Kolesterol menjadi berbahaya ketika terdapat di dalam darah dengan konsentrasi tinggi. Kelebihan kolesterol tersebut dapat membentuk plak yang nantinya menempel pada pembuluh darah. Lama-lama, timbunan plak tersebut dapat menebal  hingga menyumbat pembuluh darah tersebut. Itulah yang terjadi pada penyakit jantung koroner (penyumbatan pada arteri coronaria) atau stroke (penyumbatan pada pembuluh darah menuju otak).

Nol Kolesterol, mungkinkah?

Sama seperti manusia, hewan pun memproduksi kolesterol dalam tubuh. Karena itulah, bahan pangan yang berasal dari hewan (daging, ikan, telur, susu) mengandung kolesterol. Beberapa makanan dan kandungan kolesterolnya kami cantumkan di sini (link artikel Cholesterol 101). Selain itu, sering mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh juga dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Kalau bahan pangan hewani mengandung kolesterol, apakah bahan pangan nabati juga sama? Ternyata tidak; bahan pangan nabati tidak mengandung kolesterol. Dalam bahan pangan nabati (biji-bijian, polong-polongan, tahu, tempe) memang terdapat senyawa mirip kolesterol bernama fitosterol, tetapi berbeda fungsinya dgn kolesterol.

Itulah yang menyebabkan munculnya klaim nol kolesterol pada beberapa makanan seperti margarine dan minyak goreng. Karena minyak goreng dan margarin terbuat dari minyak nabati, wajar bila tidak terdapat kolesterol di dalamnya.  Apakah lebih sehat? Tentunya tergantung penggunaan dan pola makan sehari-hari; mengonsumsi makanan “non kolesterol” dengan porsi berlebih dan gizi tidak seimbang tentu kurang baik, bukan?

Advertisements

Author: Blog Nutrisi

Kami adalah sekumpulan certified nutritionist, Dan kami ingin membagikan pengetahuan mengenai cara sederhana untuk hidup sehat. Karena kami memimpikan Indonesia yang lebih sehat. Dan kami percaya, berbagi adalah satu dari ribuan cara untuk peduli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s