We, certified nutritionist, love to share about nutrition and healthy lifestyle for healthier you. Cause sharing is caring.

Clubbing Night’s Out

Leave a comment

Malam Sabtu pergi dugem? Anda tidak sendiri. Setidaknya di Jakarta saja diestimasi ada 100 tempat clubbing yang aktif beroperasi. Dugem memang telah  berubah menjadi bukan hanya ajang rekreasi, tapi juga ajang bersosialisasi, bahkan aktualisasi diri. Bagaimana dengan Anda? Yuk simak ulasan BlogNutrisi mengenai topik yang satu ini!

Dugem tak lengkap tanpa music, betul? Penyuka dugem pasti sering terhipnotis music techno yang berdentum-dentum dari meja DJ. Penelitian menunjukkan, music yang ber-beat cepat seperti music techno mampu membuat pendengarnya merasa enerjik dan bersemangat. Hal ini karena music tersebut memancing tubuh untuk melepaskan hormon-hormon seperti endorphin, yang  berefek meningkatkan detak jantung dan membuat kita lebih aware dengan lingkungan. Namun, music techno juga dapat memicu detak jantung tidak beraturan pada orang yang dalam keadaan tidak sehat. Jadi, pastikan diri Anda benar-benar sehat sebelum dugem.

It’s a good idea to dance with the music. Berdansa cepat selama 30 menit bisa membakar hingga 250 Kalori. Selain itu, berdansa adalah alternatif menarik untuk meningkatkan kekuatan paru-paru serta jantung; berdansa secara rutin memiliki manfaat serupa dengan jogging, lho!

Open Bottle adalah tradisi yang jarang dilewatkan kala dugem. Well, it’s good to drink once in a while; konsumsi alcohol secukupnya dapat menjaga jantung Anda tetap sehat. Namun, bila Anda terlalu mengonsumsi alcohol, risiko Anda terkena penyakit kardiovaskular akan lebih besar. Alkohol mampu meningkatkan risiko terkenal hipertensi, dan terus-menerus mengonsumsi alkohol mampu menyumbat pembuluh nadi ke otak, mengakibatkan stroke. Oleh sebab itu, batasi konsumsi alcohol Anda hanya satu gelas wine atau bir perhari5.

Bila konsumsi minuman beralkohol masih bermanfaat bagi tubuh, obat-obatan terlarang seperti ekstasi harus benar-benar dihindari. Ekstasi, bila dikonsumsi terus-menerus, mengakibatkan penyusutan volume otak bagian hippocampus hingga 10%, sesuai studi yang dilakukan Academic Medical Center, Belanda. Kerusakan otak di bagian Hippocampus ini dapat memicu pikun hingga Alzheimer di masa tua.

Ya, dugem telah menjadi gaya hidup yang tak bisa ditinggalkan bagi sebagian orang. Namun tetaplah memilih pilihan-pilihan yang sehat untuk hidup yang lebih baik.

Advertisements

Author: Blog Nutrisi

Kami adalah sekumpulan certified nutritionist, Dan kami ingin membagikan pengetahuan mengenai cara sederhana untuk hidup sehat. Karena kami memimpikan Indonesia yang lebih sehat. Dan kami percaya, berbagi adalah satu dari ribuan cara untuk peduli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s